"Tinimbang raimu, atimu luwih ayu, marai aku kesengsem ngobo-njero"
itulah penggalan lirik lagu yang mengungkapkan tentang De'e. lirik tersebut sangat pas saat menggalaukan Dee
Membicarakan soal cinta adalah suatu hal yang tiada
habisnya. Mulai dari berbunga-bunganya jatuh cinta padanya, dag-dig-dugnya
nembak si dia, indahnya menjalani hubungan sehari-hari dengannya sampai sedihnya
diputusin dia. Dia, ya itu dia, si doi, dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah
De’e, merupakan kosakata yang penuh
dengan romansa, kenangan dan kegaulauan. Dalam dunia cinta, apa sih yang lebih
menarik selain menggalaukan De’e.
Foto by youtube
Topik Sudirman bukan musisi terkenal di kancah nasional,
namun merupakan musisi indie dari Kota Solo yang menekuni dunia musik semenjak
kuliah. Lewat band kampus yang digawanginya, Fisip Meraung. Topik Sudirman
banyak menuaikan karya-karya musik yang aneh bin nyata lewat lagu-lagu Fisip
Meraung yang kocak, menghibur dan sedikit ngeselin. Selain, berkarya lewat
Fisip Meraung, Topik Sudirman juga solo karir dengan lagu-lagu yang agak
berbeda dan bertemakan cinta. Lagu-lagu yang pas untuk menggalaukan De’e.
Lagu yang dibawakan Topik Sudirman merupakan lagu dengan
lirik yang disampaikan dalam bahasa jawa. Selain bisa nguri-nguri kebudayaan bahasa jawa, lirik-lirik lagunya juga sangat
pas mendukung suasana galau pendengarnya. Disajikan dengan rekaman indie dan
video klip yang anda bisa tonton melalui channel youtube Topik Sudirman. Ada
tiga lagu yang mengungkapkan kegalauan pada De’e yang merupakan paket lengkap kegagalan
perjalanan cinta yang tidak terbantahkan. Ketiganya secara berurutan adalah Cah
Ayu, Piyambakan dan Gusti Mboten Sare.
· Cah Ayu
Foto by youtube
Lirik lagu cah ayu menceritakan seorang
laki-laki yang begitu mengagumi seorang gadis cantik, si De’e, yang sering dia
temui di bus. Lambat-laun si De’e menjadi cinta dalam diamnya, meskipun
laki-laki itu tau bahwa dia tidak akan dapat memiliki De’e karena si De’e sudah
dimiliki oleh orang lain. Laki-laki itu memanggil De’e dengan sebutan cah ayu yang berarti gadis cantik.
Laki-laki tersebut ingin menjadikan
De’e sebagai pacarnya namun dia merasa tidak pantas apabila bersanding dengan
De’e. Dia menyamakan dirinya hanya seperti karak
atau nasi kering yang sewaktu-waktu dapat remuk karena terinjak, serta
mengungkapkan kerendahan dirinya dalam lirik “Pancen kowe ayu, aku ora bagus, ora tau adus, ambune prengus”
artinya memang kamu cantik, aku tidak tampan, tidak pernah mandi, berbau prengus – berbau prengus (bau yang seperti bau kambing). Meskipun begitu laki-laki
tersebut menyampaikan bahwa cintanya sangat tulus dan sungguh-sungguh, tidak
seperti mantannya De’e yang bodoh yang pernah meninggalkan De’e sesuka hati.
Kesan yang dapat diambil dari lagu ini
adalah betapa tulus dan kuatnya si laki-laki mengagumi De’e meskipun hanya
dalam diam. Karena De’e telah mampu membuatnya “kesengsem njobo njero” – mencintai luar dalam. Seperti caption
Topik Sudirman dalam chanelnya, lagu ini merupakan motivasi bagi kamu yang
mengelukan tentang pengorbanan cinta dan sedang meragukan perasaan pasanganmu.
Lagu ini mengajarkan untuk tidak takut dengan akhir dia yang pergi. Lagu ini
juga cocok kamu dengarkan ketika kamu sedang kangen dengan De’e.
·
Piyambakan
Foto by youtube
Gimana sedihnya jika De’e mengajakmu
putus karena selama ini dia merasa udah nggak kamu pedulikan lagi? Tentu kamu
akan sangat sedih dan menyesal karena ternyata selama ini kamu selalu
sendirian. Padahal kamu merasa selama ini selalu bersama-sama dengan De’e, tapi
ternyata tidak. Dan kamu baru menyadarinya ketika De’e mutusin kamu?
Makna percintaan seperti itulah yang ingin
disampaikan oleh Topik Sudirman lewat lagunya yang berjudul piyambakan. Piyambakan adalah sebuah kata dalam
bahasa jawa halus atau krama yang
berarti sendirian. Dalam lagu disebutkan bahwa tokoh utama sejatinya selalu
sendirian kemana-mana terlebih setelah diputuskan oleh De’e atau mantan
pacarnya, padahal tokoh utama belum ikhlas dengan kepergian De’e. Tokoh utama
menyampaikan bahwa hati dan raganya masih milik De’e meskipun De’e sudah
menjadi milik orang lain.
Lagu ini bisa dinikmati dengan official
video klipnya yang berkonsep movie video dan dilengkapi adegan-adegan serta percakapan
antara tokohnya yang membuat lagu ini semakin greget. Mendengarkan dan menonton
video klip lagu ini saat sendirian atau saat putus cinta akan membuat kamu jadi
tambah ngenes, menyesal dan nangis
bawang bombay. Jika ini terjadi, jangan lupa siapkan tissue untuk mengelap air
mata dan ingusmu
·
Gusti
Mboten Sare
Foto by youtube
Gusti
mboten sare
(Tuhan tidak tidur) merupakan suatu refleksi yang pas untuk semua kalangan dan
tidak hanya terkait soal percintaan, namun pada semua lini kehidupan. Lagu ini
mengungkapkan kedewasaan dalam menjalani dan memaknai hidup yang serba tidak
adil serta memotivasi untuk selalu percaya dengan adanya Tuhan. Pesan terbesar
yang disampaikan dari lagu ini adalah janganlah jatuh dan terpuruk hanya karena
suatu penghianatan, karena sesungguhnya memang benar, Tuhan tidak tidur.
Lagu ini mengisahkan penghianatan
seorang kekasih, De’e, terhadap pasangannya (tokoh utama). Pada saat semua itu terjadi, tokoh utama
hanya bisa membatin bahwa Tuhan tidak tidur dan akan membalas semua perbuatan
De’e atas apa yang telah De’e lakukan. De’e menertawan tokoh utama ketika jatuh
dan meninggalkan tokoh utama ketika sedang hancur, padahal dulu mereka berdua
merupakan pasangan yang saling menyayangi dan tokoh utamapun banyak berkorban
demi De’e. Sangat ngenes kan? Betapa
kejamnya seseorang yang tidak pernah sadar akan pengorbanan orang lain,
seseorang yang telah melupakan hakikat dirinya dan membuang orang yang tulus
padanya serta betapa sedihnya luka penghianatan.
Dalam channelnya, Topik Sudirman
menuliskan caption, single Gusti mboten sare menegaskan bahwa semua yang kita
lakukan pasti ada balasannya entah sekarang atau nanti, entah itu positif atau
negatif. So, bagi kamu yang baru saja mengalami hal yang sama dengan si tokoh utama.
Coba saja dengarkan Gusti mboten sare ditengah-tengah renunganmu. Pasti kamu
akan memiliki kekuatan kembali untuk tegak dan tegar menjalani hidup, karena
semuanya sudah kamu pasrahkan pada Tuhan. Maka tak perlu lagi menyimpan amarah
dan dendam akibat penghianatan, lupakan, berjalanlah seperti biasa, karena
sesungguhnya Gusti Mboten Sare.
Itulah tiga lagu yang sesuai untuk menjadi
teman menggalaukan De’e. Selain menggalau lewat lagu-lagu ini juga dapat
belajar banyak hal dan mendapatkan banyak pesan kehidupan. Nah untuk lirik
lengkap ketiga lagunya, akan saya posting di tulisan berikutnya. Semoga postingan
kali ini bermanfaat.
Ditunggu kritik dan
saran yang membangun